Ditengah pr finance, berita itu pun datang

Ini judulnya sih kelewatan berlebihan. Pasalnya:

  1. Saya emang lagi ambil kuliah lagi, tapi pr finance ini maksudnya adalah: minta temen kirimin, liat jawaban, dan sedikit modifikasi seperti ganti font dan spasi dijadiin 1,15.
  2. Berita- yang dimaksud juga nggak seheboh itu sih kesannya.

Jadi gini,

Saya lagi asik-asik mengunyah makan siang kelewatan (jam 2 lah) di sebuah warteg rada tersohor bilangan Tubagus Ismail namanya Tegal Abadi. Jadi ini warteg emang favorit dari jaman saya ambil s1 sekitar 6,5 tahun lalu gara2….saya cuma tau itu aja…. Akhirnya keterusan dan nyaman banget sampai-sampai saya ngehabisin 2 jam buat makan disambi baca komik rental toko sebelah warteg. Lho ini kok jadi cerita warteg?

Jadi gini,

Sebenarnya hari yang sama itu, sekelas lagi heboh pr finance yang tiap minggu harus dikumpulin. Ada case yang harus dibahas lah. Masalahnya, dari antara 25 anak di kelas, yang paham finance sekitar 1/4 nya karena kita semua basis s1 nya beda2 dan yang jago itung2an duit hanya ya…segelintir. Bagi saya, yang namanya Freeflow Cash itu adalah tebar-tebar uang dari helikopter. Titik. Nggak pakai tapi. Awas kalau ada yang nambahin!! Lho ini kok jadi cerita finance sih?

Jadi gini,

Cerita yang menghebohkan itu sebenarnya hanya saya aja yang heboh. Pasalnya, teman sekelas s1 dulu dikabarkan telah menikah. Atau tunangan? Entahlah yang penting ada foto kebayaan dan cowoknya pakai jas sambil nunjukin cincin. Dan sahabat saya minggu kemarin baru aja menikah juga. Dan teman saya yang temannya teman yang cerita 1 tadi pun belum lama tunangan. Dan banyak sekali undangan pernikahan di Facebook wira wiri kemana-mana sampai saya bosan klik tombol Attending-Maybe-Not Going. *ngamuk-ngamuk nggak jelas*. Lho, memangnya apa yang salah?

Jadi gini,

Biasa lha ya emang dasar pikiran pihak yang belum ada pasangan selalu kayak gini. (Selalu? Elo aja kali.) (Iya emang gue aja! Terus kenapa? Kalau nggak gini kan gada postingan ini!Huh), batin saya berisik banget ya? Ah biarkan saja mereka berkecambuk sendirian, saya mah tangannya jalan terus di tombol keyboard laptop. Asik ngerumpi. Ya nggak?

AHH. Intinya adalah: banyak banget sih yang nikah? Saya….mikirin pacaran sejujurnya belum. Pernah diramalin ama temen smp dulu: “Kamu…akan dapat pasangannya lama. Satu, tapi untuk selamanya”. Saya pikir2 benar juga sih ya. Soalnya ya:

  1. Seperempat dari 100 tahun begini belum ada. Optimis sih umur panjang, mikirnya juga jalan masih lama. Ikan masih banyak. Ntar juga dapet nggak usah buru-buru.
  2. Orangnya choosy banget sih. (Chosy Lattu? Bukan!)
  3. Dan ya kepalanya juga belum mikirin ke arah sana. Belum tahu rasanya pacaran. Biasa apa-apa sendiri jadi ya ngerasa belum butuh aja.

Sebenarnya, berpasangan, buat kalian, buat apa sih? Share dong (meski pertanyaan ini basi banget ya setidaknya saya jadi dapet elmu elmu (bukan elmu kebatinan ya) romansa…. ). Aih mak!

*kecup kecup kalian sembarangan*

About Alicemodjo

[copy]writer . illustrator . vocal player living in a place where imagination is the only key to make it real

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: