Senang sendirian

Setiap sampai gedung kantor, saya hampir selalu ngacir ke Starbucks di ground floor. Hot chai tea latte dengan 2 brown sugar + butter croissant/ cheese bagel/ beef filone. Cari area paling pojok, diusahakan high-table, buka laptop, pasang Spotify + earphone, web whatsapp, sip, tenang sampai + 4 jam kedepan.

Atau misalnya random visit ke mall (biasanya Grand Indonesia soalnya dekat kantor), sambil menunggu waktu waxing ngiter saja sambil cuci mata keliling segala toko dan gemerlapnya lampu-lampu display. Atau mengarah ke lantai paling atas menuju CGV dan nonton film yang lagi dipengenin.

Atau malah memang menyediakan waktu untuk me-time. Salon (treatment head to toe), massage, movie, ke restaurant/ coffee shop favourite. Priceless!

Sendirian, sungguh menyenangkan. Amat sangat menyenangkan.

Sedari jaman kuliah favorit saya kalau nggak di kosan sambil nonton/ internetan, ke warteg dekat kosan sambil mampir rental komik sebelahnya, atau naik angkot sampai dago bawah dekat BIP lalu jalan aja ke arah atas sampai bosen. Atau paling banter ya tidur.

Sampai jaman kerja pun yang namanya diam sendirian sambil menikmati suasana dan bisingnya orang bicara/ suara non-living being lainnya itu merupakan aktivitas yang membuat hati damai.

Saya bisa banget konsentrasi kalau sekitarnya berisik dan saya nggak kenal siapa-siapa. Malah kalau hening, konsentrasi saya buyar. Justru pas berisik, kayak ada ear plug noise cancelation yang nge-block itu semua.

Kadang kalau ditanya “Kenapa sih malah nyendiri? Nggak suka sama kita?”, ya…nggak gitu juga.. Kalau ada orang yang dikenal itu bawaannya malah memperhatikan orang tersebut terus jadinya nggak ngerjain yang perlu dikerjain.

Apalagi kalau ada yang mengasihani kayak “Kok sendirian sih? Kasihan amat”, ya….nggak juga sih. Orang saya suka sendirian..kalau nggak suka kan saya nggak sendiri. Lagipula saya menganggap solitude is a bliss. Nanti juga ada saat-saatnya dimana saya dikelilingi banyak orang, kerjaan, pikiran, etc – jadi selama ada waktu sendiri, nikmatilah, pikir saya.

Suka ada juga yang bikin panik dan keringet dingin kalau dengar statement kayak “Gue temenin ya”. Aduh, nggak usah nggak papa… Terima kasih tapi lagi pengen sendirian aja.

Moment paling seru sih kalau sendirian pas lagi travel. Ya ampun nikmatnya. Prinsip saya, selama lokasi tersebut sekiranya aman kalau sendirian, mending explore sendiri. Paling enak juga kalau ketemu orang yang juga senang sendirian lalu kita bareng-bareng jalan, jadi explore bareng. Lebih enak lagiiii kalau tipikal orangnya yang nggak papa dan nggak mikir awkward kalau diam-diaman, yampun langsung kesengsem deh. Comfortable silence, begitu.

10606522_10152329926087135_6232669552486656309_n

When in Sabang


Intinya sih, alone is not always lonely. Dan kalau lihat orang yang sendirian, nggak perlu deh mengasihani. Apa lagi ngeledek. Siapa tahu memang dianya suka. Lagian, nanti juga ada moment dimana kalian butuh sendiri.

Selamat menikmati kesendirian 🙂

 

 

 

About Alicemodjo

[copy]writer . illustrator . vocal player living in a place where imagination is the only key to make it real

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: